KELAS MELAMUN #2

Om Samuel Indratma berbagi cerita serta rahasia di balik sejarah Street Art di Indonesia, khususnya di Jogja. Hanya di Kelas Melamun #2 hari Minggu, 1 September jam 4 sore tepat, di rumah Om Samuel, Jalan Langenarjan Lor no. 29

=======================================================================================

PITULASAN ENDEMIK

MM23 (Muda Mudi RW 23 Kampung Wonocatur) berkolaborasi dengan Genjot Mulyo dan ketjilbergerak, mempersembahkan sebuah acara demi kebangkitan kebersamaan dan kreativitas pada anak-anak kita.

Minggu, 25 Agustus 2013 di Kampung Wonocatur
jam 3 – 5.30 sore : lomba ketangkasan bersepeda untuk anak-anak oleh teman-teman dari Genjot Mulyo
jam 7.30 malam – selesai : malam pertunjukan (Kopi Loewak Ska, Jimbe Kampung Juminahan, Bob Sponge, MM23 Akustik)

=======================================================================================

DURUNG WAYAH LEREN #1 : BADRAN YOGYAKARTA

Ketjilbergerak berkolaborasi dengan Save Street Child Jogja, komunitas peduli pendidikan anak jalanan dan marjinal, baru saja mengadakan workshop screen-printing di kampung Badran, Yogyakarta dengan pemateri 2 seniman, Putra Eko Prasetyo dan Aji Yudalaga.┬áAcara ini terselenggara juga atas bantuan teman-teman Tangan Reget. Terimakasih semuanya ­čśÇ

Salam hangat dan terus bergerak!

=======================================================================================

DURUNG WAYAH LEREN #2 : TANGKILAN, JAWA TENGAH

Workshop modelling patung bersama adik-adik di desa Tangkilan, Muntilan, Jawa Tengah, desa yang terkenal dengan produk-produk patung batunya sejak lama. Karena beberapa hal, proses regenerasi, transformasi serta pengembangan pengetahuan terhadap patung agak tersendat. Kalau bukan adik-adik yang mengembangkan potensi desa kalian sendiri, siapa lagi dong ? :)

Salam dari Tangkilan, Muntilan, Jawa Tengah teman teman ­čśÇ

=======================================================================================

MEMAKZULKAN IBUKOTA (MANGIR)

Tim ketjilbergerak baru saja datang dan bertemu dengan beberapa tokoh desa Mangir, sebuah desa yang memiliki sejarah dan khasanah budaya nan luar biasa. Riset dilakukan sebagai tahap awal pelaksanaan program Memakzulkan Ibukota.

=======================================================================================

ARUS BALIK

ARUS BALIK adalah program ke-18 ketjilbergerak, yang mengajak beberapa seniman dari luar negeri dan dari beberapa kota di Indonesia untuk melakukan riset, belajar keterampilan dan mengupas nilai-nilai tradisi yang kemudian dipresentasikan kepada masyarakat desa tentang apa yang sudah mereka pelajari dalam bentuk karya seni.

ARUS BALIK akan mengunjungi satu padepokan tradisional atau satu desa, untuk mempelajari kebijaksanaan lokal/local wisdom, yang dengan semangat seni akan disebarkan kepada sesama generasi muda di masyarakat.

Program ini dibuat untuk meneruskan nilai-nilai tradisi, bukan hanya dalam bentuknya saja, akan tetapi mencoba menelusuri esensi nilai dan semangat yang terkandung di dalamnya. Para peserta adalah seniman-seniman muda yang diharapkan menemukan nilai-nilai baru yang terkandung dalam tradisi yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan kontemporer saat ini.

ARUS BALIK adalah usaha merujuk pada tradisi yang hidup di masyarakat untuk kemudian dirajut menjadi kekayaan bagi pemahaman kita sebagai generasi muda. Selain sebagai usaha mempertemukan falsafah tradisional dan pengetahuan modern, juga sebagai usaha merajut hubungan antara masyarakat kota dan masyarakat desa.

* Proses program ini berlangsung sejak 25 Januari – 6 Februari 2013
* Menginap di Sanggar Bangun Budaya, Sumber, lereng Merapi selama 3 hari (4 – 6 Februari 2013)
* Seniman yang terlibat:

  1. Adam Gruba (Polandia)
  2. Agustan (Makassar, Indonesia)
  3. Bridie Gillman (Australia)
  4. Doni Agung Setiawan (Tulungagung/Yogyakarta, Indonesia)
  5. Justyna Gorowska (Polandia)
  6. M. Muhlis Lugis (Makassar, Indonesia)

=======================================================================================

VIA REGIA

Sebuah pameran seni rupa yang sederhana namun hangat dan semoga mencerahkan. Diinisiasi oleh 5 anak muda yang bersemangat, VIA REGIA menceritakan tentang mimpi, harapan dan refleksi yang dibangun bersama dalam dimensi yang berbeda. Dengan teknik yang mumpuni, mereka berbagi kebisingan yang berjeda, mari kita apresiasi!

Seniman : Yujin Sick, Faiz Robomonzta, Yoga Mahardika, RHMIB

Kurator: Agni Saraswati

Pembukaan : Minggu, 21 April 2013 pk. 16.00, di Lir Shop, Jl. Anggrek I / 33, Baciro, Yogyakarta

Dibuka oleh : Sudjud Dartanto

Musik: Partikelir, Jajang Ibrahim, Kick Johnny

=======================================================================================

JOGJA EKLEKTIK

Temukan teman-temanmu di sini :)
Sementara ini dulu ya, nanti kita tambah lagi :)